• Selamat Morning Indonesia

    Berikut adalah materi 1 yang saya peroleh dari SMI (Selamat Morning Indonesia) yaitu program dari ust. Yusuf Mansur. Yaitu berupa kuliah online dimana setiap member dalam grup akan mendapatkan pencerahan dalam bentuk ebook, audio dan video langsung dari UYM.

  • Perpustakaan Online

    BuquLib adalah perpustakaan digital lengkap di indonesia dengan berbagai koleksi. Platform kami membawa buku lebih dekat kepada pembaca melalui ekosistem perpustakaan. Hanya dengan satu aplikasi, anda dapat menikmati koleksi berkualitas kapanpun, dimana saja.

  • Persiapan Dan Bekal Sebelum Menempuh Kuliah

    Masa-masa kuliah dapat dikatakan sebagai proses perjalanan anda dalam menempuh perjalanan tour yang dinamakan ''kuliah''. Maka sebelum memulai perjalanan panjang tersebut, hendaknya anda mempersiapkan segala hal yang diperlukanagar nanti selama perjalanan semua kebutuhan anda akan terpenuhi.

  • Aplikasi Desain Rumah 3D

    Untuk itu saya menyarakan untuk mencoba aplikasi desain rumah ini dengan gratis . Aplikasi ini cukup mudah digunakan karena semua fitur sudah ada dalam aplikasi seperti fitur pintu, meja, kursi dll.

  • Menabung M-dinar

    M-Dinar adalah salah satu produk investasi untuk menabung emas (Koin Emas Dinar). Adapun website dari M-Dinar dapat diakses melalui halaman ini atau ini . Jika Anda ingin menabung emas di M-Dinar Anda perlu mendaftarkan diri terlebih dahulu.

  • Menyimpan File dengan Google Drive

    Google Drive adalah layanan cloud storage dari Google, yaitu layanan untuk menyimpan file di internet pada storage yang disediakan oleh Google. Dengan menyimpan file di Google Drive maka pemilik file dapat mengakses file tersebut kapanpun dimanapun dengan menggunakan komputer desktop, laptop, komputer tablet ataupun smartphone.

Sunday, January 24, 2016

Posted by Lisnan
No comments | Sunday, January 24, 2016
semua bisa jadi pengusaha
Asli, menjadi pengusaha itu tidak sesulit yang kita kira!
Miliki keinginan, miliki impian, mendekat ke Allah, dan teruuus saja bergerak. Hingga Allah membimbing, hingga Allah memberi karunia.
Dunia Allah memang terlalu luas bila menjadi pengusaha haruslah terlebih dahulu sekolah tinggi, babak belur ditipu habis-habisan, hancur-hancuran, atau harus punya sederet pengalaman, punya modal, punya mitra bisnis.
Ada jalan lain. Mudah. Asal mau. Asal yakin. Termasuk menjadi pengusaha yang sukses.
Di buku inilah Ust. Yusuf Mansur membeberkan rahasianya; dari mulai modal menjadi pengusaha, prinsip pengusaha, penghalang rezeki, penarik rezeki, dan quantun changing, yang pembahasannya sangat beda dari yang lain, di samping dijelaskan dengan gaya bahasa beliau yang ringan dan mudah dimengerti.
Selamat membaca, melaksanakan, berikhtiar dan mengamalkan! Semoga kita semua bisa jadi pengusaha yang diridhai Allah, diberkahi Allah, insya Allah.
"Bahwa semua prinsip untuk kemudahan dunia, sama. Yakni prinsip tauhid, iman dan keyakinan. Prinsip ibadah dan doa. Percaya sama kekuatan Allah, dan menyiapkan diri sebaik-baiknya dengan terus-menerus berada di dekat Allah."
Download ebook
Posted by Lisnan
No comments | Sunday, January 24, 2016
boleh gak sih ngarep


Dalam pembahasan sedekah sering timbul anjuran bahwa bersedekah itu harus ikhlas total, yang ikhlasnya tanpa ada permintaan apa pun kepada Allah 'Azza wa Jallah.
Namun dalam buku ini Ust. Yusuf Mansur menganjurkan, justru ketika kita menginginkan kekayaan, menginginkan kebahagiaan, menginginkan rezeki bertambah, Allah memang sudah menyediakan berbagai jalan yang mudah bagi kita untuk mencapai perkara-perkara tersebut di atas, salah satunya adalah dengan jalan sedekah. Lebih baik lagi jika sedekah tersebut diiringi dengan serangkaian ibadah lainnya. Hal itu memang diperintahkan dan dianjurkan oleh Allah Swt.
Contoh, kita semua tentu sudah mengenal teori matematika sedekah, bahwa siapa yang bersedekah satu, pasti Allah akan membalas sepuluh. Tapi itu tidak menjadi ilmu buat kita.
Dan karena kita bi dunil 'i/m/ (tanpa ilmu), kita menganggap itu hanya kebetulan belaka. Kalau itu sudah menjadi ilmu dan metode buat kita, insya Allah luar biasa! Insya Allah enggak pernah dalam hidup kita, kita mengalami kekurangan uang dan mengalami kesempitan rezeki. Enggak pernah! Karena kita tahu bagaimana caranya mengatasi kesempitan rezeki dan permasalahan-permasalahan lainnya.

Saturday, January 23, 2016

Posted by Lisnan
No comments | Saturday, January 23, 2016

Ga Nyadar dan Ga Tau
Sesat tapi hati lega. Sesat tapi hati tentrem. Sesat tapi hati bahagia...?
Sudah begitu gelapkah hati kita?”
(@Yusuf_Mansur).

Apa-apa kalau tidak belajar, juga bisa semakin tidak tahu. Tapi salah belajar, juga bisa semakin tidak tahu. Ketika belajarnya adalah belajar yang salah. Atau belajar sama yang salah.

Misal, mencuri.. mencuri adalah perbuatan salah. Tapi ketika belajar bahwa “Toh kalau Allah membiarkan kamu mencuri, maka itu adalah Kehendak-Nya”, maka tak apa. Maka tentu saja hal ini tidak bisa dibenarkan.

Belajar bahwa ”bersetubuh, bersenggama, adalah kebutuhan asasi manusia. Silahkan saja. Lakukan. Jangan halangi dirimu melakukanya. Yang penting jangan lupa pakai kondom. Pake pengaman. Supaya kamu tidak kena penyakit. Mainlah dengan safety.” Tentu saja ini juga TIDAK DAPAT DIBENARKAN”. Salah belajar. Salah ngajar.

Banyak hal lain yang terjadi di masyarakat. Kelihatanya bener. Ga taunya sesat. Salah. Tapi hari ini terasa kita ga boleh menyalahkan. Apalagi menganggapnya sesat. Sampe akhirnya manusia merasakan dampak keburukan dan kejahatan sesuatuyang salah dan yang sesat, dibiarkan.

Hari ini banyak kelihatanya indah. Tapi ternyata jelek sekali. Rusak sekali. Parah akibat buruknya dan meruntuhkan keindahan asli yang sudah dibiarkan Allah.

Tapi gegara ga ada petunjuk. Ga nyari petunjuk. Ga mendapatkan petunjuk... Dari Yang Maha Benar. Yang Maha Menjaga. Yang Maha Memiliki Kebenaran. Maka kemudian palsu itu diterjang. Dijalankan. Dilakukan.

Akhirnya, ketika keindahan itu kemudian tampak kebobrokanya, barulah terasa busuk dan baunya. Menyesal, bisa jadi berguna. Selama masih ada umur dan ada kesempatan dan izin untuk memperbaikinya. Nah yang harus dipikir, jika diri sendiri yang rusak, yang merasakan kerusakan, maka ia bisa jadi bisa mengubah dirinya.

Tapi sebagai manusia sosial, ia juga kudu mikirin dampaknya jika ternyata ia sudah merusak orang lain. Apalagi jika kerusakan itu masif. Ia misalnya, mengajar, mengajak, mendorong orang, untuk melakukan “keindahan”, yang menurut hawa nafsunya indah. Lalu orang lain melakukan. Dan “mereferensikan” lagi keindahan palsu itu kepada yang lain... Nah... ia juga harus ga selamat sendiri. Harus juga mestinya, menyelamatkan yang lain.

Saya benar-benar melihat sudah mulai kerusakan moral, mental, bahkan sebenarnya kejahatan kemanusiaan... tapi kemudian disesatkan pikiranya, disesatkanya hawa nafsunya, disesatkan kebodohanya. Artinya kerusakan itu malah dianggap sebagai sebuah kemajuan dan peradaban baru manusia.
Saya ga tega mencontohkanya di sisni. Apalagi meneruskan tulisan ini dengan contoh-contoh yang lebih menukik. Biarlah di lain kesempatan nanti pelan-pelan saya contohkan. Sekarang saya mau berdoa kepada Allah. Agar Allah kasih petunjuk-Nya buat kita semua.

Izinkan saya meneruskan dengan hal yang lain. Tapi masih berkaitan.

Di halaman kedua Qs Al Baqarah... ada “penyakit2.” Dan “kerusakan2”, yang sifatnya laa yasy’uruun. Yang oranya tidak sadar. Nganggapnya baik saja. Bennnnnneeeerr aja. Baik itu perbuatan dirinya. Atau juga perbuatan orang lain. Padahal buruk dan salah.

Dan juga yang laa ya’lamuun. Yang ia tidak ketahui.

Karena tidak tau, akhirnya gelap. Sesat. Salah. Buruk dan ga bener.

Karena itu Qs al Baqarah juga diawali dengan alif laam miim, dan bcr tentang the petunjuks. The gaidens. Dzaalikal kitaabu laa roiba fiihi, hudal lil muttaqien.

Al Quran ini... tidak diragukan lagi. Petunjuk... bagi orang yang bertakwa...

Semoga semua bisa kembali ke Quran. Jadi nyadar , jadi tau.

Tidak sedikit pula... udah mah ga nyadar. Juga sok tau. Dan sebagainyalagi malah berjuang untuk membuat orang tidak sadar. Dan membuat orang tidak tau.

Tugas kita.... menyadarkan. Dan memberi tau. Tugas yang lain adalah mendoakan. Agar sadar , agar tau.

Semoga Allah mampukan kita untuk membuat diri kita dan lingkungan kita. Wabil khusus keluarga kita. Menjadi sadar dan tau. Semoga Allah kasih ilmu-Nya. Kasih jalan-Nya agar kita dan lingkungan kita sadar dan tau. Dan mau menyadarkan dan memberi tau yang lain.

Bismillah. Kita belajar dan ajarkan al Quran. Bertahap , pelan-pelan. Agar masuk sedikit demi sedikit dengan membekas. Dan memberi kesempatan kepda hati dan pikiran juga erinteraksi dengan apa yang kita pelajari dan yang kita ajarkan.

Bila al Quran sudah masuk dan ke hati dan pikiran. Maka siapa tau apa-apa yang rusak, salah, jelek, sesat, yang bukan berdasar hawa nafsu, pikiran yang, ajaran yang salah... bisa pelan-pelan berganti. Dengan kebenaran yang berdasar petunjuk Allah.

Wa qul jaa-al haqu. Wazahaqol baathilu. Innal baathila kaana zahuuqo

Dan katakanlah,, kebenaran sudah datang. Dan yang batil telah lenyap. Sungguh yang batil itu pasti lenyap.

Itu adalah ayat ke-81 Qs al Isroo [17]. Bacalah jika. Berkenan... 1 ayat sebelumnya. Dan 1 ayat sesudahnya. Yakni ayat 80 dan 82

Tidak sedikit ayt-ayt al Quran yang bercerita tentang “wa idz zayyana lahumusy-syaithoonu a’maaluhum...”, dan teman-teman serupa... yakni saat syaitan manjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan dosa mereka...”

Ah... nanti jadinya bertambah panjang. Mudah-mudahan Allah kasih kesempatan saya terus belajar dan mengajar...

Dengan air mata menulis ini... saya memohon agar Allah selamatkan saya da kita semua. Juga semua keluarga dan anak keturunan kita. Jangan sampai kita semua menyaksikan semakin banyak perbuatan dosa dan salah, yang tidak lagi sembunyi-sembunyi melakukanya. Saking sesat, dan sakitnya jiwa dan pikiran. Standar kebenaran sudah menjadi sedemikian rancu. Jawabanya adalah saya sendiri dan kita semua... harus kembali dan mengembalikan sebanyak-banyaknya orang...kepada al Quran dan as Sunnah. Memasukkanya ke dalam hati dan pikiran kita dan keluarga kita, lingkungan kita. Sedikit demi sedikit. Hingga ia menjadi cahaya Allah yang menerangi diri yang gelap. Aaamiin.

Salam, @Yusuf_Mansur. Mhn doanya banget. Dan silahkan berdoa yang serius. Untuk keselamatan diri dan kelluarga. Juga lingkungan dan dunia ini. Jangan-jangan saya juga sedang sesat. Tapi juga sedang dihinggapi ketidaksadaran dan ketidaktahuan. Doain saya, doain saya. Doain saya. Dan saling doa mendoakan.

sumber : selamat morning indonesia ust Yusuf Mansur

Thursday, January 21, 2016

Posted by Lisnan
No comments | Thursday, January 21, 2016


hafizh

Sungguh ini adalah mukjizat.
Jihad al Maliki ini pernah kita undang ke Indonesia. 2x malahan. Anak buta. Tp hafal shahihain berikut perawi dan jalur sanadnya. Msh sangat belia. Buta sedari kecil pula.

Saya ralat puluhan ribu hadist. Bnr2 memukau. Sebagaimana hadist, yg mana beliau hafal sampai ke jaringan sanad dan perawinya, al Quran ia hafal sd ke asbaabun nuzulnya, lengkap gd hadist plus riwayat2nya perawi dan sananya. Bahkan sebagaimana hadist yg beliau hafal sampai ke nomor2 hadistnya, beliau juga hafal al Quran sampe ke nmr2 ayat dan barisnya serta halamanya.

Makasih doa2nya u ananda haafizh anak kami nmr 4

simak videonya 1.

simak videonya 2.

sumber : SMI ust Yusuf Mansur
Posted by Lisnan
No comments | Thursday, January 21, 2016

sholat tahajjud

Tidak bisa tidak. Kita harus belajar lagi tentang Allah. Maka saya gelar tentang asmaa-ul husnaa.
Juga tentang Rasul. Tentang Nabi. Biar kita cinta. Tentang Quran. Biar kita juga cinta terhadap Quran. Tentang islam dan keindahanya. Tentang sahabat-sahabat Nabi. Tentang para ‘alim ‘ulamanya. Yang dulu dan sekarang.

Pengetahuan yang minin, tidak akan membuat kita mencintai, merindui, mengangeni.
Gini ya. Antar-keluarga saya, jika tidak saling mengenal, ga ngebela koq. Ga bakal ada bela nya.
Gimana coba isa mencintai, misalnya. Ketemu, jarang. Ga mau tau urusan satu sama lain. Ya ga bakal tumbuh kecintaan.

Temen sekemping. Se-camping. Padahal barangkali 3hr doangan. Tapi kayak saodara. Ngelebihin sama sodara. Sebab selama 3 hr itu kita saling mengenal. Makan satu piring. Minum satu gelas. Tidur, satu tenda. 3 hr bersama-sama, maasyaaaAllah, subhanallah jadi deket.

Begitu kira-kira

Nah, kita sering bersama Allah ga? Engga. Ya bagaimana mau dan bisa deket?
Sering ga berlama-lama duduk setelah shalat. Memuji-Nya, menyebut-Nya? Engga. Ya gimana isa rindu? Gimana bisa dikasih rasa kangen.

Bagi sebagian orang, males banget sama yang namanya kematian. Tapi bagi seagian yang lain, ia menginginkan kematian. Kenapa? Supaya bisa segera bertemu Allah, kekasihnya...saking rindunya...
***
Semoga timbul ya kerinduan dan keinginan pengen dan ditemui Allah.
Tahajjud boleh dibilang, sebagai sarana di dunia ini kita bertemu Allah.

Saat siang, saat shalat 5 waktu, saat kemasjid, bisa jadi kurang ikhlas. Sebab ada orang lain. Tapi saat tahajjud, semoga kita bisa merasakan tidak ada orang lain. Hanya ada kita dengan Allah saja.

Menikmati saat-saat santai. Ga ada beban. Ga ada keberatan. Sebab pertemuan ini memang pertemuan yang diinginkan.

Ibarat orang bertemu dengan kekasihnya. Mana bisa sebentar. Mana bisa terburu-uru. Yang ada, berlama-lama. Yang ada, betah untuk tetap bersama.

Tapi ibarat ketemu dan duduk bersama orang yang dibenci, dan atau sekedar ga ada keperluannya, masa iya bisa berlama-lama. Akan cari alasan supaya bisa segera berlalu atau dia pergi dari hadapan kita.
Itulah ibarat kita dengan Allah. Allah mengenal kita. Karenanya Allah datang dan mendatangi kita. Tapi kita gamengenal Allah. Karenanya kita ga menyambut-nya saat Allah datang. Dan juga tidak menyiapkan diri untuk kedatangan-nya.
***
Amalan hebat di pagi hari, sebelum datang pagi, adalah tahajjud. Jika tahajjud menjadi pakaian, Allahu Akbar, kawan-kawan akan jadi orang hebat, dunia akhirat.

sumber : SMI ust Yusuf Mansur

Categories

Berlangganan Lewat Email